Ketika Cewek Matre Terus Menjomblo

October 8, 2008

Banyak yang beranggapan bahwa cewek matre adalah kaum yang harus dihindari. Cewek Matre dipandang sebagai sebuah sosok yang sengaja membebani kemampuan finansial orang lain demi mendapatkan dukungan ekonomi. Maka tidak aneh bila cewek matre diperlakukan seperti sebuah gangguan yang harus segera dihilangkan. Terlebih bagi para cowok yang kebetulan suka dengan si cewek matre tapi tidak punya kemampuan finansial untuk mendukung kematreannya. Ujung-ujungnya para cowok tadi menjadi trauma dan membuat stigma tentang cewek-cewek matre. Bahkan tidak jarang mereka mengeneralisasi dengan berkata, “semua cewek itu matre.”

Kalau dipikir-pikir, sebaiknya cewek matre itu jangan dimusuhi, tapi diseleksi. Karena menurut saya matre itu sudah jadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari seorang cewek. Semua cewek matre? Iya, tapi kadarnya beda-beda.

Ya, ya, saya tahu kalau saya berkata seperti ini ada yang tidak setuju karena ‘cewek matre’ mempunyai konotasi yang negatif. Tapi mari kita lihat dari sisi positifnya juga. Seorang cewek yang tidak matre malah bisa menderita karena dia “pasrah” begitu saja dalam menyeleksi calon pasangan hidupnya. Notasi tentang Bibit, Bebet, dan Bobot adalah bukti nyata tentang pentingnya menyeleksi pasangan.

Mengacu pada notasi tersebut, saya bisa menyatakan bahwa setiap cewek menginginkan seorang pasangan yang punya prospek untuk bisa menghidupi sang isteri atau bersama-sama dengan sang isteri membangun ekonomi keluarga. Adalah naif bila dalam memilih pasangan, seorang cewek tidak memikirkan faktor kemampuan ekonomi. Oleh karenanya, sifat matre tetap dibutuhkan dan sebaiknya dipergunakan sewajarnya karena sifat ketertarikan terhadap kestabilan ekonomi juga penting untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup sang cewek itu sendiri.

Masalahnya sekarang adalah, ada sekelompok cewek yang sifat matrenya memang luar biasa, bahkan boleh dibilang sudah mencapai tahap serakah. Dia rela merendahkan martabatnya sendiri demi segenggam kekayaan dan kenikmatan materi. Sayangnya, sifat matre yang terlampau tadi tidak bisa membawa sang cewek ke derajat yang lebih tinggi. Karena konsekuensi yang sering ditemui oleh para cewek matre tingkat tinggi adalah jadi simpanan, jadi isteri hiasan, atau jadi cewek jomblo yang sering berganti-ganti kekasih yang punya banyak uang.

Semua yang ada di dunia ini pasti ada batasnya. Begitu juga dengan nikmatnya gemerlap dunia. Ketika seorang cewek bisa mendapatkan hampir semua yang ia inginkan, maka dia akan tiba pada masa di mana semuanya menjadi relatif. Gelimang uang bukan lagi menjadi prioritas dan dia akan mencari sesuatu yang bisa mendamaikan hatinya. Cinta, kasih sayang, dan kehangatan adalah hal-hal yang biasanya muncul kepermukaan.

Khusus bagi para cewek single dengan tingkat kematrean plus-plus (Cewek Matre Plus-Plus, CeMPlus), ada baiknya untuk mulai berpikir lebih rasional. Apalagi bila usia telah berada di kisaran 26 tahun ke atas. Karena di Indonesia, seorang cewek pada usia-usia tersebut akan menerima ‘tekanan’ lebih besar dari keluarga dan masyarakat untuk segera menikah. Dan bagi seorang CeMPlus yang terus asyik dengan gonta-ganti kekasih kaya, cepat atau lambat dia akan tergantikan oleh CeMPlus lainnya yang biasanya lebih muda. Dan bila itu terjadi, tidak jarang si CeMPlus hidupnya jadi terkatung-katung. Mencoba bertahan dengan menawarkan kecantikan yang kian memudar.

Seorang CeMPlus yang mau mencari jodoh tidak perlu mengambil langkah drastis dengan menjadi seorang cewek yang menolak mentah-mentah uang. Itu sama dengan cari susah sendiri. Yang perlu hanyalah membuat sifat materialisnya menjadi lebih masuk akal. Kalau kita mau berpikir lebih rasional dan mau menurunkan gengsi, maka kita akan menemukan calon-calon pasangan yang tidak hanya akan membahagiakan, tetapi juga berpotensi untuk bisa mencukupi kebutuhan materi. Kalau terus memilih yang sudah “jadi” saja, akan sulit, karena persaingannya pun makin ketat. Apalagi kalau si cowok sudah menikah, opsi untuk mendapatkannya biasanya hanya terbatas sebagai simpanan, selingkuhan, atau isteri ke sekian.

Setelah merasionalkan sifat kematrean, langkah selanjutnya adalah merasionalkan gaya hidup. Hidup enak dan berkecukupan boleh menjadi tujuan. Tapi ingat, gaya hidup yang tidak rasional akan merubah tujuan tersebut menjadi sebuah kesengsaraan. Karena gaya hidup yang tidak rasional sering kali mendorong kita untuk bertindak memaksakan. Dan untuk urusan uang, biasanya akan membawa pelakunya ke dalam jeratan utang.

So, bagi cewek CeMPlus yang single, biasanya kalian dianugerahi postur dan/atau wajah yang menarik. Sehingga dapat dengan mudah untuk mendapatkan kekasih yang mampu memberi ini dan itu. Namun untuk memperbesar peluang mendapatkan pasangan hidup yang bisa membahagiakan, maka tidak ada salahnya untuk membuat sifat kematrean menjadi lebih masuk akal dan merubah gaya hidup menjadi lebih rasional.

by. aditya fajar

http://adityafajar.com

Entry Filed under: Uncategorized. .



Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

Categories

No album exists or data is unavailable.

View all albums(0)

Calendar

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031