Archive for October, 2008

Jatahku Masih Tiga Lagi

Ketika seorang suami mendengar bisa mempunyai isteri sebanyak empat orang, mungkin akan terlintas di pikirannya untuk mulai cari-cari yang baru. Toh, selama dinikahi, hal tersebut sah-sah saja dan bukan merupakan perbuatan yang berdosa. Selama mampu, agama mempersilakan dan tidak melarang.

Yang suka menjadi masalah adalah sejauh mana kita menilai kemampuan diri kita sendiri. Karena perkara menikahi seorang wanita bukanlah tanggung jawab yang bisa dianggap ringan. Apalagi kalau mau memiliki lebih dari satu isteri, secara otomatis tanggung jawab yang dibebankan kepada sang suami juga berlipat-lipat.

Sejauh yang saya tahu, orang yang memilih untuk berpoligami adalah orang-orang yang sudah mempersiapkan hati, fisik, dan ekonominya untuk bisa menerima tanggung jawab yang akan dibebankan kepada dirinya. Karena dengan berpoligami, pertanggung-jawabannya akan langsung dengan Allah dan segala bentuk ketidak-adilan akan ada ganjarannya.

Saya tidak menentang poligami, karena itu akan menyalahi agama saya. Tapi saya juga tidak menganjurkan untuk berpoligami. Keputusan berpoligami adalah urusan pribadi dan segala sesuatunya akan ditanggung pula oleh tiap-tiap individu yang melakukannya. Kalau memang seseorang merasa siap dengan segala resikonya, maka silakan saja berpoligami. Saya akan melihat itu sebagai urusan pribadinya di mana saya tidak berhak ikut campur.

Kasus seperti Aa Gym yang sepertinya diembargo oleh mereka yang tidak setuju dengan poligami, mengingatkan saya tentang betapa banyak orang yang masih suka mengurusi urusan rumah-tangga orang lain. Sayangnya mereka-mereka yang “menghukum” Aa Gym kebanyakan adalah para kaum wanita.

Saya sangat mengerti akan keresahan kaum wanita mengenai poligami, dan sayapun melihat poligami bukanlah sebagai pilihan yang menarik. Namun dengan memusuhi sang suami bahkan sampai memboikot, kita sebenarnya tidak membuat hidup sang istri yang dipoligami menjadi lebih baik.

Pada kasus Aa Gym misalnya, dengan diembargo, Aa Gym malah jadi kesusahan untuk menghidupi isteri-isteri dan anak-anaknya. Karena penghidupan ekonominya menjadi terganggu. Yang tadinya mungkin mau “memberi pelajaran” kepada Aa Gym, malah secara tidak langsung ikut “menyiksa” mereka yang tadinya mau kita bela. Kalau bukan ekonominya, setidaknya secara psikologis akan makin memberatkan. Sudah stress dipoligami, sekarang kehidupannya dibuat susah oleh embargo. Wah, saya saja yang melihatnya jadi bingung, apalagi isterinya Aa Gym?

Semua ini bisa terjadi menurut saya karena banyak dari kita yang suka mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Kalau saya pikir dengan baik, Islam pun mempersilakan poligami hanya pada tingkatan individu bukan secara kolektif (masyarakat). Jadi segala bentuk ganjarannya hanya akan berlaku pada tingkat individu pula. Sehingga, tidak sepatutnya kita jadi merasa perlu untuk turut campur, karena itu sudah menjadi urusan masing-masing dan sudah menjadi bagian dari privasi orang lain.

Yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada pasangan suami-isteri akan positif dan negatifnya poligami. Semuanya harus dilihat dari sisi objektifitas dan tidak semerta-merta hanya berdasarkan ketidaksukaan saja. Selain itu, dalam mendiskusikan poligami jangan berasumsi yang aneh-aneh dulu. Apalagi sampai bersikap apriori (menentang) tanpa mempelajari lebih dalam.

Jika kita mencoba menganalisa poligami dari landasan ketidaksukaan, maka akan ada kecenderungan untuk memposisikan poligami sebagai sesuatu yang harus dimusuhi. Ujung-ujungnya malah jadi ikut campur urusan rumah tangga orang lain, karena merasa ada kewajiban moral untuk membela kaum yang “tertindas”.  Padahal belum tentu seperti itu. Padahal belum tentu dipoligami menjadi lebih buruk kondisinya. Padahal belum tentu dipoligami menjadi tidak bahagia nantinya.

Apa yang kita tahu tentang orang-orang yang berpoligami hanyalah dari sisi luarnya. Kalaupun kita sampai tahu lebih dalam, itu bukanlah urusan yang patut kita campuri. Kalau sampai terjadi ketidakadilan atau kedzaliman, biarlah Allah dan pengadilan agama yang memutuskan. Karena kalau semua orang merasa ahli dalam urusan poligami, maka yang ada nanti adalah kesimpangsiuran, dan bisa jadi, kita malah jadi memusuhi apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya.

by. Aditya Fajar

http://adityafajar.com


Add comment October 8th, 2008

Menyunting seorang PSK

Seorang Pengusaha pria (34) Jakarta , punya kekasih anak seorang pejabat di Bandung, hampir setiap minggu dia berkunjung untuk ngapel ceritanya ;) . Tidak bisa kesepian malam hari dihotel, 3 tahun lamanya doi berlangganan tetap seorang PSK (22) yang cantik, putih dan langsing. Setiap malam dia dilayani “kliennya” , usut diusut PSK ini adalah tulang punggung keluarganya, membantu keluarga untuk makan dan adiknya sekolah . Karenanya PSK ini selalu cari order setiap hari kecuali sabtu minggu khusus si pelanggan pengusaha ini.
Sampailah suatu hari si pengusaha berkata” sampai sini aja ya hubungan kita, saya harus menyiapkan pernikahan saya, thanks buat service dan kesetiaan kamu slama ini ” . Si PSK tersenyum menunduk dan menitikan air mata , hingga si pengusaha heran dan bertanya “ kenapa??” lalu si PSK menjawab ” beruntunglah calon istri mas, mas sangat mencintainya, bahkan mas tak mmenyentuhnya sebelum menikah, biarpun mas memeluk dan mencumbuku, mas selalu menyebut namanya, slalu memperhatikannya. sedangkan aku merasa semakin hina saja” PSK pun menangis dan berlalu pergi.

Dua bulan berlalu setelah kejadian itu, pernikahanpun sedang dipersiapkan. Entah apa yang ada dalam benak si Pengusaha dalam hatinyabertanya Bagaimana kabar PSKku??kenapa tak mengabari sedikitpun? apa yg dirasakannya ? bencikah padaku?? nah looo ….semakin dia melupakan semakin jelas terbayang tangisnya saat perpisahan, sepertinya dia sangat terluka, selama 3 th tak pernah dia melihat PSK ini menangis, dia selalu tertawa dan manja bahkan kehangatan tubuhnya masih terasa.

Sampai suatu hari betapa kagetnya dia menemukan PSK itu di restoran siap saji di Bandung. PSK itu menjadi pelayan, kok bisa ya??pikir si Pria. Tak ada sapaan si Pengusaha ini sedikitpun(mungkin karena malu) pada rekan rekannya. NAmun apa yang terjadi , dengan sembunyi sembujnyi , si Pengusaha mendatangi kost PSK itu lalu mencari tau apa yg terjadi. PSK tertunduk menjawab ”aku juga punya perasaan mas, aku ingin dicintai, aku rindu seseorang yg membutuhkan kehadiranku bukan hanya tubuhku, sebenarnya 3 tahun ini aku cinta mas, tapi statusku sebagai PSK bikin aku merasa tak berhak atas cinta” PSK itu menangis sejadi jadinya.Si pengusaha tertegun dan seperti menemukan bisikan Illahi , pengusaha itu memeluknya erat ( dan berkata “semua akan berubah, kamulah wanita terbaik yg ingin kumiliki”

Dia menjadi lelaki hebat bagi penulis, berpikir PSK adalah pekerjaan yang hina tetapi dia menyadari dia pun begitu hina karena mau berzinah. Dia membuktikan tanggung jawabnya dengan menikahi PSK itu dan mengangkat derajatnya menjadi wanita yg luhur dan saleh. saat ini PSK itu telah menjadi hajjah dan membuka butik sukses di bilangan jakarta. Dia sangat dicintai suami dan anak anaknya.

by. istrinya Aditya Fajar

http://pancaroba.com


Add comment October 8th, 2008

Aku Suka Cewek Matre

Buat cowok, cewek matre itu sepertinya sebuah penyakit yang harus dibasmi. Seakan-akan kita akan mendapatkan surga kalau punya pasangan yang tidak matre. Banyak cowok yang mendambakan ceweknya ngga matre dan bisa menerima apa adanya.

Ada tidak sih cewek yang tidak matre?

Jawabannya singkat dan jelas, tidak ada tuh. Semua cewek terlahir dalam kondisi matre. Lalu apa sih matre itu sendiri? Menurut saya sih, matre itu kecenderungan terhadap harta. Wah, kalau gitu kita sebagai cowok bakal rugi terus dong karena ngga ada cewek yang ngga matre?

Semua itu tegantung dari kadar matrenya si cewek juga. Banyak cewek yang saya tanya, mereka selalu mengatakan bahwa matre itu untuk bertahan hidup. Pertama dengar jawaban itu saya juga sebal sendiri. Tapi setelah dipikir-pikir lagi ada benernya juga.

Cewek tercipta sebagai mahluk yang nantinya akan “menggantungkan” dirinya kepada cowok (suami). Walau si cewek bisa menghidupi dirinya sendiri (dengan bekerja misalnya), tetap saja si cewek berharap si cowok bisa memberikan penghidupan kepadanya. Tidak aneh malah kalau si cewek berpikiran, “Gaji gue untuk gue, tapi untuk keluarga harus dari suami dong”

Kondisi sudah ada sejak jaman baheula dan sampai akhir jaman nanti. Kenapa bisa? Ya karena emang diciptakan seperti itu.

Karena fitrahnya ini maka si cewek akan menyeleksi cowok-cowok yang bisa memenuhi kebutuhan itu. Makanya jangan heran kalau cewek sepertinya gampang tertarik dengan cowok yang lebih tajir.

Saya pernah bertanya ke mereka, “Ada dua cowok. Yang satu ganteng luar biasa tapi ekonominya standard-standard aja. Trus yang satunya lagi wajahnya cukup menarik, tapi ekonominya luar biasa. Kamu cenderung pilih yang mana?”

Kebanyakan dari cewek akan menjawab untuk memilih yang kedua. Kenapa? Well itu tadi, karena sifat dasar mereka untuk mencari cowok yang paling bisa memberikan “penghidupan” kepadanya. Sedangkan yang menjawab tidak, saya rasa cuman tidak ingin dibilang matre aja.

Trus bagimana dong?

Kita sebagai cowok juga harus fair dalam menyikapi ini. Kita selalu menuntut untuk bisa mendapatkan cewek yang cantik. Itu adalah fitrah cowok. Maka kita juga harus bisa memahami kalau cewek selalu mengharapkan cowok yang punya banyak uang.

Masak sih? Yup. Tapi ingat, tidak ada tuh yang sempurna. Baik kecantikan maupun harta. Biasanya ada embel-embelnya. Ada cowok yang banyak uang tapi malah playboy, ada cewek yang cantik tapi bloon. So ada aja kekurangannya.

Untuk menyikapinya gimana?

Pertama-tama kita sebagai cowok harus bisa menerima sifat dasar cewek dulu. Nabi Muhammad (saw) bilang, cewek itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Jika kamu mencoba meluruskannya dia akan patah, sedangkan bila kamu menerimanya kamu akan mendapatkan kebahagiaan.

Maksudnya?

Terimalah cewek dengan fitrahnya. Cewek itu suka bicara, cewek itu suka gosip, cewek itu mahluk perasaan, cewek itu suka marah tidak jelas kalau mau datang bulan, dan cewek itu matre.

Terima lah fitrahnya. Jangan berusaha merubah fitrah tersebut karena hanya berbuah kekecewaan. Kuncinya adalah gimana kita bisa menyikapinya.

Mengenai matre, kita cowok tinggal menyikapinya dengan cerdas. Matre adalah sifat dasar yang ada pada setiap perempuan dari manapun dia berasal. Tapi… kadarnya beda-beda. Nah di sini lah kita punya pilihan.

Apabila kita suka dengan seorang cewek, tetapkan hati dulu bahwa resiko “kematrean” akan kita hadapi. Setelah itu barulah kita bisa melakukan pendekatan. Nanti dalam penjajakan kita bisa menilai sejauh mana matrenya cewek ini.

Kalau ditolak? Ya itu resiko dong. Jangan karena ditolak trus melabeli si cewek “dia emang cewek matre” atau bilang “cewek daerah ini emang matre and belagu”. Bisa saja karena kita memang bukan tipe dia atau memang dia benar-benar tidak tertarik dengan kita.

Bersikaplah dewasa. Dengan kita mendekati seorang cewek, berarti kita harus berani menggambil resiko untuk ditolak. Itu udah satu paket. Kalau ditolak terus kita mengeneralisasikan cewek, berarti kita masih picik pikirannya.

Tidak dipungkiri bahwa ada cewek yang doyannya sama cowok yang punya banyak uang. Kalau ketemu yang seperti ini sih tinggalin saja. Secantik apapun dia, kalau memang kita ngga bisa memenuhi persyaratan dia ya sudah, jangan paksakan. Lapang dada saja.

Jadi kesimpulannya, matre adalah sifat semua cewek dengan kadar berbeda-beda. Kita sebagai cowok tinggal memilih cewek dengan kadar kematrean yang cocok dengan kondisi kita.

Kalau ada cewek cantik tapi kadar matrenya melebihi kemampuan diri kita, bahkan sampai bikin sakit hati maka tinggalkan dan cari yang lain saja. Carilah cewek cantik dengan kadar matre yang mau bertoleransi dengan kondisi dompet kita.

Cowok adalah mahluk perhitungan. Kalau sudah berkorban ini dan itu, inginnya si cewek juga mengerti bahwa kita udah keluar banyak untuk dia.

Tapi ingat, cewek juga punya perhitungan sendiri. Mereka akan mencari cowok yang bisa memberikan “masa depan” (terhindar dari kelaparan, bisa menyediakan kebutuhan dia untuk shopping, kosmetik, dll.– bisa memberikan kehidupan sebagai cewek).

Kalau kita belum punya banyak uang, berusahalah menjadi seorang cowok yang berpotensi untuk punya banyak uang.

Maksudnya?

Berusahalah memperbaiki keadaan ekonomi kita dengan bekerja, dan jangan muluk-muluk dalam menentukan cewek yang kita suka.

Jangan baru punya uang 1,000 tapi memaksakan diri untuk mendapatkan cewek yang standarnya 5,000. Ujung-ujungnya kita malah sakit hati.

Kalau baru bisa pake motor, carilah cewek-cewek cantik yang mau bermotor-motor ria dengan kita.

Realistis saja karena kesuksesan kita mendapatkan seorang cewek bukan dengan merubah mereka, tapi dengan memahami fitrahnya.

Berlapang dadalah, bersikap fair bahwa cewek juga punya kriteria sendiri dalam menerima seorang cowok, dan kita harus dewasa untuk menerima resiko yang ada, termasuk kalau ditolak.

by. Aditya Fajar

http://adityafajar.com


Add comment October 8th, 2008

Cowok Ganteng VS Cowok Jelek

Kalo cowok ganteng pendiam cewek2 bilang woow, cool banget
kalo cowok jelek pendiam, cewek2 bilang ih kuper banget

kalo cowok ganteng jomblo cewek2 bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo cewek2 bilang: sudah jelas…kagak laku…

kalo cowok ganteng berbuat jahat cewek2 bilang: nobody’s perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat cewek2 bilang: pantes…tampangnya kriminal


kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman cewek2 bilang: wuih jantan…kayak di filem2
kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman ,cewek2 bilang: pasti premannya temennya dia…

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik cewek2 bilang: klop…serasi banget…
kalo cowok jelek dapet cewek cantik cewek2 bilang: pasti main dukun…

kalo cowok ganteng diputusin cewekcewek2 bilang: jangan sedih, khan masiha ada aku…
kalo cowok jelek diputusin cewek cewek2 bilang: kaciaaan deh lo…..

kalo cowok ganteng ngaku indo cewek2 bilang: emang mirip-mirip bule sih…
kalo cowok jelek ngaku indo cewek2 bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot…

kalo cowok ganteng penyayang binatang cewek2 bilang: perasaannya halus…penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang cewek2 bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi…

kalo cowok ganteng bawa BMW cewek2 bilang: matching…keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW cewek2 bilang: mas, majikannya mana?…

kalo cowok ganteng males difoto cewek2 bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto cewek2 bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya

kalo cowok ganteng naek motor gede cewek2 bilang: wah kayak lorenzolamas…bikin lemas…
kalo cowok jelek naek motor gede cewek2 bilang: awas!! mandragade lewat…

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek2 bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek2 bilang: naluri pembantu, emang gitu…

kalo cowok ganteng bersedih haticewek2 bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok2 jelek bersedih haticewek2 bilang: cengeng amat!!…laki-laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca tulisan ini langsung ngaca sambil senyum2 kecil,lalu berkata “life is beautifull”
kalo cowok jelek baca blog ini, Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triaksekeras-kerasnya
“HIDUP INI KEJAAAAMMM….!!!”

Tips untuk anda yang merasa jelek:

THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN
(jadi cakep kalo udah ganti kulit)
Perbaiki inner beauty anda, itu kalau andamerasa sisi luar anda udah ancur gak ketolong lagi…

LIKE FATHER LIKE SON
(mirip bapaknya, mirip juga samaanaknya), jangan salahkan diri anda kalau anda jelek, salahkanlah orangtua anda, karena jelek itu keturunan…

THE TRUTH IS OUT THERE
(yang bener boleh keluar)
kalo orang lain menilai anda jelek, jangan skeptis, penilaian manusia tidak selalu benar…

DONT JUDGE THE BOOK BY ITS COVER
(jangan menghukum buku karena dia meninggalkan kulit) Jangan putus asa, tidak semua orang
menilaimanusia dari fisiknya…

by. istrinya aditya fajar (he… he.. he…)

http://pancaroba.com


Add comment October 8th, 2008

Ketika Cewek Matre Terus Menjomblo

Banyak yang beranggapan bahwa cewek matre adalah kaum yang harus dihindari. Cewek Matre dipandang sebagai sebuah sosok yang sengaja membebani kemampuan finansial orang lain demi mendapatkan dukungan ekonomi. Maka tidak aneh bila cewek matre diperlakukan seperti sebuah gangguan yang harus segera dihilangkan. Terlebih bagi para cowok yang kebetulan suka dengan si cewek matre tapi tidak punya kemampuan finansial untuk mendukung kematreannya. Ujung-ujungnya para cowok tadi menjadi trauma dan membuat stigma tentang cewek-cewek matre. Bahkan tidak jarang mereka mengeneralisasi dengan berkata, “semua cewek itu matre.”

Kalau dipikir-pikir, sebaiknya cewek matre itu jangan dimusuhi, tapi diseleksi. Karena menurut saya matre itu sudah jadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari seorang cewek. Semua cewek matre? Iya, tapi kadarnya beda-beda.

Ya, ya, saya tahu kalau saya berkata seperti ini ada yang tidak setuju karena ‘cewek matre’ mempunyai konotasi yang negatif. Tapi mari kita lihat dari sisi positifnya juga. Seorang cewek yang tidak matre malah bisa menderita karena dia “pasrah” begitu saja dalam menyeleksi calon pasangan hidupnya. Notasi tentang Bibit, Bebet, dan Bobot adalah bukti nyata tentang pentingnya menyeleksi pasangan.

Mengacu pada notasi tersebut, saya bisa menyatakan bahwa setiap cewek menginginkan seorang pasangan yang punya prospek untuk bisa menghidupi sang isteri atau bersama-sama dengan sang isteri membangun ekonomi keluarga. Adalah naif bila dalam memilih pasangan, seorang cewek tidak memikirkan faktor kemampuan ekonomi. Oleh karenanya, sifat matre tetap dibutuhkan dan sebaiknya dipergunakan sewajarnya karena sifat ketertarikan terhadap kestabilan ekonomi juga penting untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup sang cewek itu sendiri.

Masalahnya sekarang adalah, ada sekelompok cewek yang sifat matrenya memang luar biasa, bahkan boleh dibilang sudah mencapai tahap serakah. Dia rela merendahkan martabatnya sendiri demi segenggam kekayaan dan kenikmatan materi. Sayangnya, sifat matre yang terlampau tadi tidak bisa membawa sang cewek ke derajat yang lebih tinggi. Karena konsekuensi yang sering ditemui oleh para cewek matre tingkat tinggi adalah jadi simpanan, jadi isteri hiasan, atau jadi cewek jomblo yang sering berganti-ganti kekasih yang punya banyak uang.

Semua yang ada di dunia ini pasti ada batasnya. Begitu juga dengan nikmatnya gemerlap dunia. Ketika seorang cewek bisa mendapatkan hampir semua yang ia inginkan, maka dia akan tiba pada masa di mana semuanya menjadi relatif. Gelimang uang bukan lagi menjadi prioritas dan dia akan mencari sesuatu yang bisa mendamaikan hatinya. Cinta, kasih sayang, dan kehangatan adalah hal-hal yang biasanya muncul kepermukaan.

Khusus bagi para cewek single dengan tingkat kematrean plus-plus (Cewek Matre Plus-Plus, CeMPlus), ada baiknya untuk mulai berpikir lebih rasional. Apalagi bila usia telah berada di kisaran 26 tahun ke atas. Karena di Indonesia, seorang cewek pada usia-usia tersebut akan menerima ‘tekanan’ lebih besar dari keluarga dan masyarakat untuk segera menikah. Dan bagi seorang CeMPlus yang terus asyik dengan gonta-ganti kekasih kaya, cepat atau lambat dia akan tergantikan oleh CeMPlus lainnya yang biasanya lebih muda. Dan bila itu terjadi, tidak jarang si CeMPlus hidupnya jadi terkatung-katung. Mencoba bertahan dengan menawarkan kecantikan yang kian memudar.

Seorang CeMPlus yang mau mencari jodoh tidak perlu mengambil langkah drastis dengan menjadi seorang cewek yang menolak mentah-mentah uang. Itu sama dengan cari susah sendiri. Yang perlu hanyalah membuat sifat materialisnya menjadi lebih masuk akal. Kalau kita mau berpikir lebih rasional dan mau menurunkan gengsi, maka kita akan menemukan calon-calon pasangan yang tidak hanya akan membahagiakan, tetapi juga berpotensi untuk bisa mencukupi kebutuhan materi. Kalau terus memilih yang sudah “jadi” saja, akan sulit, karena persaingannya pun makin ketat. Apalagi kalau si cowok sudah menikah, opsi untuk mendapatkannya biasanya hanya terbatas sebagai simpanan, selingkuhan, atau isteri ke sekian.

Setelah merasionalkan sifat kematrean, langkah selanjutnya adalah merasionalkan gaya hidup. Hidup enak dan berkecukupan boleh menjadi tujuan. Tapi ingat, gaya hidup yang tidak rasional akan merubah tujuan tersebut menjadi sebuah kesengsaraan. Karena gaya hidup yang tidak rasional sering kali mendorong kita untuk bertindak memaksakan. Dan untuk urusan uang, biasanya akan membawa pelakunya ke dalam jeratan utang.

So, bagi cewek CeMPlus yang single, biasanya kalian dianugerahi postur dan/atau wajah yang menarik. Sehingga dapat dengan mudah untuk mendapatkan kekasih yang mampu memberi ini dan itu. Namun untuk memperbesar peluang mendapatkan pasangan hidup yang bisa membahagiakan, maka tidak ada salahnya untuk membuat sifat kematrean menjadi lebih masuk akal dan merubah gaya hidup menjadi lebih rasional.

by. aditya fajar

http://adityafajar.com


Add comment October 8th, 2008

UNPUBLISHED

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Praktek Penelitian Komunikasi yang berjudul Hubungan Faktor Demografi dengan Intensitas Menonton Acara Reality Show Mamamia dengan baik dan lancar walau banyak halangan dan godaan yang terjadi. Praktek Penelitian Komunikasi ini dibuat dalam rangka menyelesaikan Program Sarjana Komunikasi Universitas Diponegoro.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyusun Praktek Penelitian Komunikasi ini tidak terlepas dari bantuan oleh berbagai pihak, baik berupa bimbingan, petunjuk, nasihat, data-data pendukung bahkan kritikan. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Drs. Warsito, SU selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
  2. Bapak Turnomo Rahardjo, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro.
  3. Ibu Hapsari Dwiningtyas selaku dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam menyusun Latihan Penelitian.
  4. Bapak Tandiyo Pradekso, selaku dosen (yang ikut) membimbing penulis disaat-saat kritis.
  5. Ibu Rouli Manalu selaku dosen wali.
  6. Keluarga tercinta di Tegal Mami, Ratri, Novi, Mas Nanto (Safira Wedding Galleries), Om Bambang yang tanpa kenal lelah memberi tenggat deadline dan dukungan doa, materiil, dan semua hal terbaik kepada penulis yang akhirnya menjadi semangat dan nafas untuk dapat menyelesaikan latihan penelitian ini.
  7. Keluarga besar ex Kos Lempong. Zaky, Bardjo, Slam, Reza
  8. Bapak Soetaryo beserta keluarga atas perhatiannya kepada penulis selama kos di Semarang, “bapak, maaf saya mo ngaku.. itu komputernya 500W bukan 300W jadi ya maklum klo sering anjlog :P
  9. Keluarga besar WH Production (Genter dan Tori), Dwika-IMS, yang memberi makna persahabatan, kebersamaan, dan keluarga terbaik dalam hidup penulis.
  10. Teman-teman ex dan yang belum ex Komunikasi : Sang “Dee” yang telah banyak berjasa terhadap penulis, Bude Tika, yang setia menemani saat menunggu konsul, Tante Naning, Tante Yovie, Tante Selly, Tante Widya, Tante Adriani, Tante Via, Oom Dwie, Oom Susi, Oom Anton, Oom Ndaru (Ananta Production), Tante Leni serta Tante-tante dan Oom-om yang lain yang gak kepikiran untuk disebutkan satu persatu ;P
  11. Teman Seneng-seneng such as Tante Puji, Tante Inem, Tante Vina, Tante Wina, Tante Ririn dan Tante tante yang lain yang memberikan “angin segar” di saat-saat kritis :P
  12. WH Ultimate PC J 6550/2.33/1333 GA-P35DS3L EN8500GT/256/128 XMS-Twin-667/4Gb 320/16M 505G yang setia menemani ngelembur disaat yang lain sudah tidur.

Akhirnya, walaupun laporan ini bukanlah sesuatu yang sempurna, namun menjadi harapan penulis agar skripsi ini (mudah-mudahan) dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya terutama pada bagian kerangka-teori J

“Cuma-penulis”


Add comment October 8th, 2008


Recent Comments

Categories

No album exists or data is unavailable.

View all albums(0)

Calendar

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031